Laman

Loading...

Cari Blog Ini

Rabu, 29 Agustus 2012

Kerbau

Kerbau - Bubalus bubalis



Jenis satwa kerbau merupakan mamalia yang memamabiak, jenis ini termasuk dalam sub-family bovinae.

Di  Indonesia jenis kerbau umumnya sudah jinak atau dipelihara oleh manusia. Namun masih ada juga jenis kerbau yang masih liar dan masih dapat ditemukan di daerah-daerah Pakistan, India, Bangladesh, Nepal, Bhutan, Vietnam, Cina, Filipina, Taiwan, Indonesia, dan Thailand. Sayangnya saat ini (2012), populasi kerbau liar di kawasan Asia sudah menurun.

Diperkirakan juga bahwa hampir tidak ada lagi kerbau liar yang hidup di alam liar. Berat badan kerbau dewasa sekitar 300 kg hingga 600 kg. Kerbau liar dapat memiliki berat yang lebih, kerbau liar betina dapat mencapai berat hingga 800 kg dan kerbau liar jantan dapat mencapai berat hingga 1200 kg. Berat rata-rata kerbau jantan adalah 900 kg dan tinggi rata-rata di bagian pundak kerbau adalah 1,7 m.

Salah satu ciri yang membedakan kerbau liar dengan kerbau domestik adalah bahwa kerbau domestik memiliki perut yang bulat. Dengan adanya percampuran keturunan antara kerbau-kerbau antara populasi yang berbeda, berat badan kerbau dapat bervariasi. Kerbau diperkirakan berasal dari Asia selatan.

Klasifikasi kerbau masih belum pasti, beberapa autoritas mengelompokkan kerbau sebagai suatu spesies Bubalus bubalis dengan tiga subspesies yaitu :
  1. Kerbau sungai (B. bubalis bubalis) yang berasal dari Asia selatan.
  2. Kerbau rawa (B. bubalis carabanesis) atau kerbau rawa yang berasal dari Asia tenggara.
  3. Arni atau kerbau liar (B. bubalis arnee). Jenis lain biasanya masih berkerabat dekat dengan subspesies ini.
Kawasan Asia adalah tempat asal kerbau. Hampir 95% dari populasi kerbau di dunia terdapat di Asia.
Ada dua subspesies yang hidup di Asia yaitu kerbau sungai yang dapat ditemukan di Nepal hingga di ketinggian 2.800 m, dan kerbau rawa yang hidup di dataran rendah.

Tidak ada komentar: